Thursday, October 8, 2015

RPP IPA kelas 9. 5


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sekolah                              :
SMPN 4 Subang
Mata pelajaran                :
Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas/Semester                :
IX/ Ganjil
Alokasi Waktu                  :
3          3 (Tiga ) Jam Pelajaran

A.      Kompetensi Inti (KI)
1.       Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

2.       Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotongroyong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya

3.       Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata

4.       Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori



B.      KOMPETENSI DASAR
C.      INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
1.1  Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi, kehidupan dalam ekosistem, dan peranan manusia dalam lingkungan serta mewujudkan-nya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya

1.1.1          Mensyukuri anugerah Tuhan ditunjukkan dalam perilaku sehari-hari
1.1.2          Memanjatkan doa sebelum dan sesudah pembelajaran
2.1  Menunjukkan sikap ilmiah (hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dan bekerja sama dalam aktivitas sehari-hari

2.1.1 Menunjukkan perilaku hati-hati, bertanggung jawab, terbuka, kritis, kreatif dan inovatif serta peduli lingkungan
2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi dalam melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan


2.2.1 Memperlihatkan sikap menghargai pendapat orang lain
2.2.2 Memperlihatkan sikap mau bekerja sama dalam melakukan kegiatan pembelajaran


2.3  Menunjukkan perilaku bijaksana dan bertanggung jawab dalam aktivitas sehari-hari

2.3.1 Memperlihatkan sikap bijaksana dan bertanggungjawab dalam setiap kegiatan
2.4  Menunjukkan penghargaan kepada orang dalam aktivitas sehari-hari

2.4.1 Menunjukkan sikap menghargai hasil karya orang lain
3.2. Memahami reproduksi pada tumbuhan dan hewan, sifat keturunan, serta kelangsungan makhluk hidup

3.2.1   Menyebutkan macam reproduksi aseksual pada hewan.
3.2.2 Memprediksi regenerasi dari Planaria.

4.2   Menyajikan karya hasil perkembang biakan
 pada tumbuhan

4.2.1 Membuat karya perkembangbiakan tumbuhan secara aseksual

D.   MATERI PEMBELAJARAN
1.       Materi Reguler
REPRODUKSI PADA HEWAN

1.       Hewan dapat melakukan reproduksi secara Seksual dan Aseksual
2.       Reproduksi  aseksual terjadi menggunakan cara bertunas, fragmentasi, dan  Partenogenesis.
a.      Tunas ( Budding)
Pertunasan merupakan proses terbentuknya tunas kecil (yang serupa dengan induknya) dari tubuh induk. Keturunan berkembang sebagai tunas pada badan induk.
b.      Fragmentasi
Fragmentasi, yaitu pematahan atau pemotongan tubuh induk menjadi dua bagian atau lebih.
Pada Planaria, Fragmentasi dilanjutkan dengan  tahap Regenerasi, yaitu setiap potongan tubuh induk tersebut membentuk bagian tubuh lain yang tidak ada pada bagian tersebut. Pada akhirnya, setiap potongan tubuh tersebut akan membentuk individu baru dengan bagian tubuh yang lengkap seperti induknya.
c.       Partenogenesis
Partenogenesis merupakan telur yang dihasilkan oleh hewan betina yang berkembang menjadi individu baru tanpa dibuahi, contohnya serangga

3.       Hewan yang bereproduksi secara seksual berdasarkan perkembangan embrio setelah proses fertilisasi
4.       Hewan yang melakukan reproduksi aseksual terbagi  menjadi hewan vivipar,ovipar dan ovovivipar.
5.       Hewan yang tergolong vivipar adalah hewan yang  embrionya berkembang di dalam tubuh induk, setelah embrio cukup umur, embrio akan dilahirkan oleh induk.
6.       Embrio hewan ovipar berkembang di dalam telur dan setelah cukup umur, telur akan menetas dan individu baru keluar dari telur.
7.       Hewan ovovivipar embrio berkembang di dalam telur yang berada di dalam tubuh induk dan apabila embrio telah cukup umur, maka embrio akan menetas dan keluar dari tubuh induk, sehingga seolah-olah dilahirkan oleh induknya.
8.       Hewan yang mengalami Reproduksi Aseksual tidak memerlukan dua induk, ada bagian tubuhnya yang bias menghasilkan individu baru contohnya Tunas pada Hydra, Fragmentasi pada Planaria, Partenogenesis pada Serangga, dan Membelah diri pada Organisma bersel  1
9.       Beberapa hewan dapat mengalami tahap reproduksi seksual dan tahap reproduksi aseksual dalam satu kali siklus hidup. Misalnya pada uburubur.
10.   Beberapa hewan dapat mengalami metamorfosis atau perubahan struktur tubuh tiap tahap pertumbuhan dan perkembangannya.
11.   Metamorfosis dapat digolongkan menjadi metamorfosis sempuna dan metamorfosis tidak sempurna.
12.   Teknologi reproduksi pada hewan ialah melalui inseminasi buatan.

2.        Materi Remedial
1.       Pengertian Reproduksi
2.       Perbedaan Reproduksi  Seksual dengan Aseksual
3.       Jenis-jenis Reproduksi  Aseksual beserta contohnya

3.Materi Pengayaan
Inseminasi Buatan (Kawin Suntik)
1.       Kawin suntik atau dikenal dengan istilah inseminasi buatan (IB) adalah pemasukan sperma (semen) dari sapi jantan yang unggul kedalam saluran reproduksi sapi betina dengan bantuan manusia.
2.        Inseminasi buatan ini dilakukan dengan cara memasukkan sperma (semen) yang telah dibekukan dengan menggunakan alat semacam suntikan.
3.        Inseminasi buatan memiliki  beberapa manfaat, antara lain:
a.        Efesiensi waktu
Sebelum dikenal teknologi ini, peternak sapi harus mencari sapi penjantan yang unggul untuk mengawini sapi betina. Namun, dengan inseminasi buatan, peternak sapi cukup mamanggil inseminator (orang yang menyediakan jasa inseminasi buatan) dan pemilik sapi dapat menentukan jenis bibit sperma (semen) yang mereka inginkan.
b.      Efisiensi Biaya
Dengan inseminasi buatan peternak sapi cukup memelihara sapi betina, tidak perlu memelihara sapi penjantan, sehingga biaya yang dikeluarkan dapat dikurangi
c.       Memperbaiki kualitas anakan sapi
Dengan inseminasi buatan, sapi jenis lokal dapat menghasilkan anakan sapi yang unggul. Karena bibit sperma (semen) yang dimasukkan dapat berasal dari sapi-sapi unggulan, bahkan dari sapi-sapi luar negeri



4.       Kegiatan Pembelajaran
1.       Pertemuan Pertama: (3JP)
Langkah Pembelajaran
Sintaks Model Discovery Learning
Deskripsi
Alokasi Waktu








Kegiatan Pendahuluan







·   Menyiapkan peserta didik untuk belajar.
Berdoa sebelum memulai PBM
Guru mengecek kehadiran
·   Apersepsi
Menghubungkan materi yang akan disampaikan sebelumnya tentang Reproduksi pada Tumbuhan
·   Motivasi
Setelah  diminta mengamati gambar-gambar hewan, Peserta didik diminta mengungkapkan hal-hal yang diketahuinya tentang gambar tersebut berkenaan dengan kemampuan reproduksinya.
·      Guru menyampaikan kompetensi dasar yang akan dicapai dan rencana kegiatan.
·      Guru menyampaikan manfaat materi pembelajaran
·      Guru membagi peserta didik menjadi 8 kelompok.

15 menit
Kegiatan Inti **)









Stimulation (Stimulasi/
Pemberian rangsangan)

Peserta  didik diberikan motivasi dengan tayangan bermacam-macam hewan dan cara reproduksinya
Peserta didik mengamati tayangan macam-macam hewan yang mengalami reproduksi aseksual dan seksual

90  menit

Problem Statement (Pertanyaan/
Identifikasi masalah)


-    Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin masalah yang berkaitan dengan tayangan gambar.
-    Peserta didik diminta merumuskan satu pertanyaan setelah berkaitan dengan tayangan di atas.


Data Collection (Pengumpulan Data)


Peserta didik menggali informasi dengan membaca buku sumber yang relevan  untuk  mengidentifikasi  kemampuan reproduksi hewan,
Dari informasi yang diperoleh tentang reproduksi aseksual pada hewan  Peserta didik  mengisi LKS 1 tentang Pengelompokkan hewan berdasarkan kemampuan reproduksinya

Data Processing (Pengolahan Data)


Dalam kelompoknya peserta didik berdiskusi untuk mengolah informasi yang diperoleh dari hasil pengamatan gambar dan bahan bacaan/literatur tentang kemampuan regenerasi Planaria
- Peserta didik mengasosiasi informasi yang diperoleh sehingga dapat menjawab pertanyaan di dalam LKS 2.


Verification (Pembuktian)


Peserta didik berdiskusi di kelompoknya untuk mereview hasil kerjanya dihubungkan dengan dengan konsep yang berhasil ditemukan dari buku sumber/literature sehingga diperoleh kesimpulan


Generalization (Menarik kesimpulan)

Peserta didik mengkomunikasikan  hasil kegiatan kelompoknya dalam diskusi kelas dan direfleksi oleh seluruh anggota kelas sehingga didapatkan kesimpulan akhir dan dapat merangkum hasil pembelajarannya.

Kegiatan Penutup


·     Peserta didik dan guru mereviu hasil kegiatan pembelajaran.
·     Peserta didik ditugaskan membuat pengelompokkan hewan untuk dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
·     Peserta didik mengisi Kuis tentang Reproduksi Aseksual hewan


15 menit

5.                   Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan

1.       Teknik Penilaian
             Teknik penilaian yang digunakan yaitu sebagai berikut.
No
Metode Penilaian / Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
1
Observasi
Lembar  pengamatan sikap dan rubrik
2
Tes Tulis
Pilihan Ganda/ Essai






a.     Instrumen penilaian
1.       Penilaian Sikap
NO
Nama Siswa
Aspek Perilaku yang Dinilai
Ket
Berdoa di awal/ akhir KBM
 Santun
Rasa Ingin
Tahu
Disiplin
Peduli
Lingkungan
















Kriteria Penilaian : 4 (Sangat Baik)    3 (Baik)    2 (Cukup)     1 (Kurang)
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :
Skor yang Diperoleh  x 4= Skor Akhir
Skor Tertinggi

2.       Penilaiansikap melalui Penilaian  Diri


Penilaian diri sesuai Bab 2
Nama :                                                                                                                         Kelas :
No
Pernyataan
Selalu
Sering
Kadang-kadang
Tidak Pernah
1.
Saya berdoa sebelum/ sesudah belajar




2.
Saya suka merawat hewan di sekitar rumah




3.
Saya tidak membuang sampah ke sungai/ kolam




4.
Saya tidak suka berburu hewan disekitar rumah




5.
Saya tidak suka merusak sarang burung  yang ada disekitar rumah/sekolah









INSTRUMEN
Penilaian teman pada Bab II
Nama Penilai  :
Nama Teman Yang dinilai :                                                                                                         Kelas  :
No.
Pernyataan
Selalu
Sering
Kadang-Kadang
Tidak Pernah
1.
Teman saya tidak pernah membuang sampah ke sungai




2.
Teman saya tidak pernah merusak sarang burung




3.
Teman saya merawat binatang peliharaannya




4.
Teman saya aktif berdiskusi




5.
Teman saya tidak menyalin pekerjaan orang lain




6
Teman saya memberikan solusi pada setiap masalah




7.
Teman saya membantu teman lain yang tidak mengetahui konsep





Penilaian teman secara umum
Nama Penilai                        :
Nama Teman Yang dinilai :                                                                                                         Kelas  :
No.
Pernyataan
Skala
1
2
3
4
1.
Teman saya berkata benar, apa adanya kepada orang lain




2.
Teman saya mengerjakan sendiri tugas-tugas sekolah




3.
Teman saya mentaati peraturan (tata-tertib) yang diterapkan




4.
Teman saya memperhatikan kebersihan diri sendiri




5.
Teman saya mengembalikan alat kebersihan, laboratorium yang sudah selesai dipakai ke tempat penyimpanan semula




6.
Teman saya menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan petunjuk guru




7.
Teman saya menyelesaikan tugas tepat waktu apabila diberikan tugas oleh guru




8.
Teman saya berusaha bertutur kata yang sopan kepada orang lain




9.
Teman saya berusaha bersikap ramah terhadap orang lain




Keterangan :
4 = Selalu       3 = Sering      2 = Jarang        1 = Sangat jarang









Penilaian Jurnal Guru
JURNAL
Nama Peserta Didik       : ………..…...........................................……..
Kelas                             : ...................................................................
Aspek yang diamati              : ………...............................................................………..
Hari, Tanggal
Kejadian
Tanggal












Penilaian Pengetahuan
Instrumen:
A. Pilihlah jawaban yang paling benar !
1.  Reproduksi yang memungkinkan hewan mewarisi semua karakteristik atau sifat hanya dari satu induk adalah reproduksi secara ....
A. generatif               B. vegetatatif              C. seksual               D. alami
2. Yang merupakan kelompok hewan yang melakukan  reproduksi  aseksual  adalah ....
A. Sapi, ayam, ular boa                                 C. Cicak, planaria, cacing
B. Semut, hydra, Planaria                             D. Ubur-ubur, hydra, planaria

3. Perhatikan gambar siklus hidup Ubur-ubur di bawah ini
M
 
Pada gambar yang ditunjuk tanda panah menunjukan terjadi proses ….
A.       Perkembangbiakan seksual
B.       Perkembangbiakan aseksual
C.       Pembelahan sel secara meiosis
D.       Pembentukan tunas







4.   Perhatikan gambar berikut
Kemampuan organisme tersebut dinamakan….
A.    Fragmentasi
B.    Regenerasi
C.    Tunas
D.    Partenogenesis



5.     Fungsi pemberian perlakuan khusus pada serangga jantan agar tidak memproduksi sperma adalah untuk ....
a.  meningkatkan jumlah serangga betina
b.  mengurangi jumlah populasi serangga
c.  menghasilkan spesies baru serangga
d.  mencegah serangga kawin
Kunci Jawaban :
1. B         2. B         3. A        4. B     5. B
Penskoran :
    Nilai Akhir = Jawaban benar x 2










Penilaian Keterampilan Diskusi
Instrumen
Nama Siswa
Pertanyaan
Pengungkapan
gagasan yang
orisinal
Kebenaran
konsep
Ketepatan
penggunaan
istilah
DLL

Ya
Tidak
Ya
Tidak
Ya
Tidak
Ya
Tidak



























  Setiap Jawaban Ya diberi skor = 2 Tidak=1


b.                  Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
1).   Pembelajaran Remedial
Pembelajaran remedial dilakukan segera setelah kegiatan penilaian.
·         JIka terdapat lebih dari 50% peserta didik yang mendapat nilai di bawah 2,67; maka  dilaksanakan pembelajaran remedial (remedial teaching), terhadap kelompok tersebut.
·         Jika terdapat 30%-50% peserta didik yang mendapat nilai di bawah 2,67; maka  dilaksanakan penugasan dan tutor sebaya terhadap kelompok tersebut.
·         Jika terdapat kurang dari 30% peserta didik yang mendapat nilai di bawah 2,67; maka diberikan tugas terhadap kelompok tersebut.
Setelah remedial dilaksanakan kemudian dilaksanakan tes ulang pada indikator-indikator pembelajaran yang belum tercapai oleh masing-masing peserta didik.

2). Pengayaan
Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang mendapat nilai di atas 2,67 dengan cara diberikan tugas mengkaji tentang Inseminasi Buatan atau mengerjakan soal-soal yang bersifat HOTS (High Order Thinking Skills) terkait dengan materi Reproduksi Pada Hewan

d. Media/Alat, Bahan, dan Sumber Belajar
1. Media/Alat
- Foto-foto
-Tayangan Video
 2. Bahan
- LKS
 3. Sumber belajar
Buku IPA Terpadu Kelas IX dan sumber lainnya (Internet, buku literature)





Lampiran :

LEMBAR KEGIATAN  PESERTA DIDIK
Mata Pelajaran   : IPA
Kelas/ Semester : IX/ Ganjil
Judul                      : REPRODUKSI ASEKSUAL PADA HEWAN

A.    PENDAHULUAN
Reproduksi adalah kemampuan Makhluk hidup untuk menghasilkan individu baru demi kelestarian jenisnya, reproduksi terjadi secara seksual dan aseksual
1.       REPRODUKSI ASEKSUAL
Beberapa hewan dapat melakukan reproduksi aseksual seperti halnya tumbuhan. Apakah hewan juga menggunakan bagian tubuhnya untuk bereproduksi? Bagian  tubuh hewan manakah yang dapat mengalami reproduksi aseksual? Bagaimanakah sifat keturunan yang dihasilkan dari reproduksi aseksual pada hewan?
Hewan dapat melakukan reproduksi aseksual seperti halnya tumbuhan, yaitu dengan menggunakan bagian tubuhnya. Berikut ini beberapa reproduksi hewan secara aseksual.
               i.       FRAGMENTASI
Pl anaria merupakan salah satu contoh hewan yang melakukan fragmentasi. Reproduksi dengan cara ini terjadi melalui dua tahap.

Tahap pertama adalah Fragmentasi, yaitu pematahan atau pemotongan tubuh induk menjadi dua bagian atau lebih. Selanjutnya terjadi tahap Regenerasi, yaitu setiap potongan tubuh induk tersebut membentuk bagian tubuh lain yang tidak ada pada bagian tersebut. Pada akhirnya, setiap potongan tubuh tersebut akan membentuk individu baru dengan bagian tubuh yang lengkap seperti induknya.

                ii.      TUNAS ( BUDDING)
Pertunasan merupakan proses terbentuknya tunas kecil (yang serupa dengan induknya) dari tubuh induk. Keturunan berkembang sebagai tunas pada badan induk. Pada beberapa spesies, seperti pada Obelia, tunas tersebut lepas dan hidup bebas. Pada spesies lain, misalnya koral atau anemon laut, tunas tersebut tetap terikat pada induk hingga menyebabkan terjadinya koloni koral.
Pertunasan juga dijumpai pada hewan parasit, contohnya cacing pita (Taenia solium). Daging babi yang kurang matang dapat mengandung sistiserkus termakan dari cacing pita, yang terdiri dari suatu kapsul yang mengandung skoleks. Bila sistiserkus termakan, getah lambung akan melarutkan dinding kapsul sehingga skoleks keluar dan melekatkan diri dengan alat penghisap dan kait, pada dinding usus. Skoleks kemudian membuat tunas-tunas (proglotid) pada ujung belakangnya. Tunas-tunas ini tetap terikat satu sama lain. Setelah dewasa proglotid mengembangkan alat kelamin. Proglotid yang paling tua akhirnya lepas dan keluar bersama kotoran. Namun, sebelum hal ini terjadi, rantai tersebut dapat mencapai panjang 6 meter dan mengandung lebih dari 1000 proglotid, dimana tiap proglotid merupakan individu yang dapat berdiri sendiri.

               iii.      PARTENOGENESIS
Beberapa spesies invertebrata yang tingkatannya lebih tinggi berkembang biak dengan cara partenogenesis. Partenogenesis merupakan telur yang dihasilkan oleh hewan betina yang berkembang menjadi individu baru tanpa dibuahi, contohnya serangga. Pada beberapa kasus, partenogenesis merupakan satu-satunya cara yang dapat dilakukan hewan tertentu untuk berkembang biak. Tetapi pada umumnya hewan tersebut melakukan partogenesis pada waktu tertentu, seperti yang dilakukan oleh Aphid (kutu daun) melakukan partenogenesis pada musim ketika banyak terdapat sumber makanan di sekelilingnya.
Reproduksi secara partenogenesis lebih cepat daripada reproduksi secara seksual, hal ini memungkinkan jenis tersebut untuk memanfaatkan sumber makanan yang tersedia dengan cepat.
2.       Reproduksi Seksual
Reproduksi seksual terjadi melalui proses perkawinan antara hewan jantan dan hewan betina. Melalui proses ini akan terjadi proses fertilisasi, yaitu proses  peleburan inti sel sperma dan inti sel telur. Proses fertilisasi ini akan menghasilkan
zigot. Selanjutnya, zigot akan berkembang menjadi embrio (calon anak) dan pada tahap selanjutnya embrio akan berkembang menjadi individu baru.
Tahukah kamu bahwa proses fertilisasi dapat terjadi melalui dua cara, yaitu fertilisasi internal dan fertilisasi eksternal? Fertilisasi internal terjadi apabila proses peleburan antara inti sel telur dan inti sel sperma terjadi di dalam tubuh hewan betina. Contoh hewan yang melakukan fertilisasi secara internal antara lain: sapi, ayam, kura-kura, buaya, dan lain-lain. Fertilisasi eksternal terjadi apabila proses peleburan antara sel telur dan sel sperma terjadi di luar tubuh hewan betina. Fertilisasi dengan cara ini biasanya terjadi pada hewan yang hidupnya di lingkungan perairan, misalnya ikan. Agar lebih mengetahui cara reproduksi hewan di sekitar kamu, cobalah lakukan aktivitas berikut.











Ayo, Kita Selesaikan

Tentukan bagaimana cara hewan bereproduksi
dan tuliskan jawabanmu pada kolom yang telah disediakan!
No. Newan No. Nama Hewan No. Nama Hewan

No comments:

Post a Comment